Jumat, 24 Juli 2009

mengatasi memek kering

Harus diakui, kehidupan seks yang panas bisa membuat roda rumah tangga berputar lancar. Keintiman dengan suami bisa membuat hubungan senantiasa erat. Namun, seks yang indah itu tidak bisa terjadi begitu saja, apalagi mengingat usia kita juga terus bertambah. Tubuh tidak lagi memberi respons yang sama seperti yang dilakukan saat masih berusia 20 tahunan. Salah satu problem yang sering kita rasakan adalah memek yang cenderung kering.

Berkurangnya kelembaban di daerah intim adalah salah satu gejala di masa menjelang menopause. Hal ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada lapisan dinding memek. Daerah memek menjadi kering dan kurang elastis karena turunnya kadar estrogen. Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa berpengaruh pada keringnya daerah intim. Misalnya, obat antidepresi, kontrasepsi oral, dan obat fertilitas.

Dalam kehidupan pernikahan, kondisi ini akan berpengaruh di saat bercinta dengan pasangan. Ini tidak heran karena, saat merasakan rasa tidak nyaman ini, sebagian perempuan memilih untuk "cuti" atau bahkan "pensiun" dari acara bermesraan dengan suami.

Yang bisa dilakukan
Terapi sulih hormon. Jenis pengobatan ini dipilih sebagian besar perempuan. Namun, terapi sulih hormon juga bisa memicu penyakit lainnya, seperti kanker payudara. Beverly Whipple, PhD, dari Rutgers University, menganjurkan kita memilih terapi hormon dengan cara memasukkan ring atau cincin estrogen ke dalam memek.

Penggunaan lubrikasi buatan. Pada laki-laki, rangsangan seksual ditandai dengan terjadinya ereksi. Sementara itu pada perempuan, rangsangan seksual identik dengan lubrikasi memek. Lubrikasi, dikenal juga dengan istilah pelicin atau pelumas, dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan intim. Dengan lubrikasi buatan, perempuan bisa menikmati bercinta tanpa rasa sakit atau tidak nyaman. Pilih produk yang berbahan dasar air, apabila Anda dan pasangan menggunakan kondom sebagai metode kontrasepsi. Cairan pelumas yang berbahan dasar minyak membuat kondom mudah pecah, menutup pori-pori memek, serta mempermudah terjadinya iritasi dan infeksi memek. Selain itu, cairan pelicin yang terbuat dari gel berbahan dasar air dengan pH normal bisa melembabkan memek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar